Ilmu Totok Titik Akupunktur di Tiongkok

Baru-baru ini melalui pemberitaan di berbagai media massa, kembali bermunculan sejumlah tokoh ahli menotok titik akupunktur di tengah masyarakat, kisah-kisah kehebatan mereka membuat orang berpikir kembali. Keahlian menotok titik akupunktur ini perlahan-lahan mulai diangkat kembali ke atas panggung, membuat orang semakin memahami ilmu kungfu menotok titik akupunktur Tiongkok yang legendaris dan tradisional ini.

Di dalam kalangan bela-diri kungfu ada suatu kiasan: “Lebih baik kena tendangan, namun tidak terkena tinju; lebih baik kena pukulan tinju, namun tidak terkena sikut; lebih baik kena sikut, namun tidak terkena pukulan telapak; lebih baik kena pukulan telapak, namun tidak terkena totokan jari.”

Totokan jari yang memiliki daya paling dahsyat ini adalah Tenaga Sakti Menotok Titik Akupunktur yang legendaris di kalangan masyarakat.

Kisah menotok titik akupunktur ini, sudah ada dalam sejarah sejak dahulu kala. Pada masa peralihan Dinasti Ming dan Qing. Sejarahwan bernama Huang Shouxi menulis dalam buku Catatan Prasasti Makam Wang Zhengnan sebagai berikut:

“Ada seorang pemuda begundal yang berlaku semena mena terhadap Wang Zhengnan, lalu ia ditotok oleh Wang, pemuda ini menjadi tidak dapat buang air kecil sama sekali selama beberapa hari. Sehingga akhirnya si pemuda mendatangi Wang untuk meminta maaf. Setelah totok tersebut dibebaskan oleh Wang, baru kembali normal.”

Di dalam Catatan Sejarah juga ada sepenggal catatan yang menyebutkan bahwa waktu itu ada seseorang yang hendak membunuh Kaisar Dinasti Han yaitu Liu Bang. Setelah kejadian tersebut terbongkar, orang tersebut pun menotok titik akupunkturnya sendiri yang fatal sehingga meninggal.

Penyelidikan kemudian menemukan bahwa titik itu adalah titik akupunktur yang menguasai bagian kepala. dengan kata lain, jika titik ini ditotok, maka akan mengakibatkan suplai darah ke otaknya berkurang, bunuh diri tersebut mengakibatkan ia meninggal dunia.

Jika dilihat dari catatan sejarah, menotok titik akupunktur sudah lama dijadikan sebagai suatu ilmu silat tersendiri yang unik. Namun di jaman moderen ini, masyarakat bahkan tidak pernah melihat jejaknya lagi, hanya dapat dinikmati lewat film atau pun karya tulis yang membuatnya begitu hebat dan tak mudah dipahami.

Lalu, apakah ilmu totok akupunktur ini memang hanya eksis di dalam kisah-kisah persilatan saja? Ataukah masih benar-benar tersembunyi di tengah masyarakat awam dan tidak diketahui oleh orang lain?

Akhir-akhir ini, di tengah masyarakat muncul kembali pendekar totok titik akupunktur, kehebatan ilmu yang mereka miliki telah menarik perhatian dan pemikiran oleh masyarakat luas.

Ahli Totok Akupunktur dari Jiangxi

Acara berita sosial masyarakat dari Stasiun TV-5 Provinsi Jiangxi, yang berjudul Wilayah Lima, menayangkan acara yang mengisahkan Xie Qiping, seorang ahli menotok titik akupunktur dari Desa Ping di Provinsi Jiangxi.

Xie Qiping adalah seorang ahli totok titik akupunktur, keahliannya sangat menakjubkan, dapat dengan mudah menemukan titik mati pada tubuh seseorang.

Xie Qiping menyatakan, berkecimpung dalam menotok titik akupunktur dikarenakan sang kakek adalah seorang ahli totok titik akupunktur, namun tidak pernah diajarkan kepada Xie Qiping, hingga suatu saat kakeknya terbaring di rumah sakit karena sakit parah.

Barulah sang kakek mau mengajarkan ilmu totok titik akupunktur yang dikuasainya kepada Xie Qiping. Saat itu, Xie Qiping baru mengetahui, pada waktu tertentu, di titik tertentu, dengan menggunakan cara tertentu, titik akupunktur pada seseorang dapat ditotok.

Untuk membuktikan kebenaran pernyataan Xie Qiping, Xie Qiping memperagakan ilmunya itu pada seekor ayam yang masih hidup. Untuk mencegah agar ayam tersebut tidak langsung mati, ia tidak menggunakan tenaga kuat, melainkan hanya dengan tenaga ringan saja dalam menotok.

Xie Qiping lalu menekan perlahan punggung ayam itu, tidak terlihat reaksi yang berarti pada ayam itu. Akan tetapi satu jam setelah itu, ayam yang tadinya lincah menjadi diam, lalu setelah dua jam, ayam itu mulai sulit bernafas, tiga jam setelah itu, nafas ayam itu sudah sekarat tak berdaya.

Xie Qiping lalu membebaskan titik akupunktur ayam tersebut dengan satu kali totokan, dengan perlahan ia menotok ringan di punggung ayam, 20 menit kemudian ayam yang tadinya sudah sekarat kembali lincah.

Tahu Penyakit dengan Sekali Pandang

Saat acara Xie Qiping ini ditayangkan, banyak penonton yang menelepon, menjelaskan bahwa mereka telah ditotok oleh orang lain, dan meminta agar Xie Qiping membebaskan totokan mereka. Di dalam kalangan penotok ada sebutan: “Berguru sehari untuk belajar menotok, menjadi murid seribu hari untuk belajar membebaskan penotokan”, yang artinya adalah membebaskan totokan jauh lebih sulit daripada menotok.

Dengan ditemani oleh sejumlah orang, perempuan bernama Liu Chunfang dari Xinyu, Provinsi Jiangxi, Tiongkok, datang ke desa untuk menemui Xie Qiping, dan meminta Xie untuk membebaskan totokan ditubuhnya.

Setelah melihat Nyonya Liu, Xie tidak melakukan pemeriksaan khusus, hanya memperhatikan kedua mata Liu. Dari mata kiri, terlihat 2 buah garis merah yang sangat jelas, dan di ujung garis itu ada titik hitam, selain itu tidak ada yang terlihat aneh pada diri Liu.

Setelah melalui pengamatan yang sederhana itu, Xie Qiping menyatakan bahwa di daerah tulang belikat kiri Liu telah cedera, dan cedera ini sudah cukup lama, bahkan Xie Qiping pun tahu bahwa Liu pernah mencari 2 orang ahli totok titik akupunktur untuk membebaskannya.

Xie Qiping berkata, sebenarnya ini tidaklah aneh, hasil diagnosa yang didapatnya adalah berdasarkan 2 garis merah di mata kiri Liu itu. Di dalam ilmu pengobatan tradisional Tiongkok, kedua garis merah dan kedua titik hitam itu disebut titik cedera.

Umumnya, mata dibagi menjadi empat bagian (kuadran), 2 kuadran di mata bagian atas mewakili lengan atas dan punggung, sementara 2 kuadran di mata bagian bawah mewakili perut dan tungkai, kedua sudut mata mewakili daerah pinggang dan rusuk yang cedera, titik cedera inilah yang merupakan tanda yang menunjukkan meridian kita yang cedera.

Liu Chunfang yang berusia 50 tahun lebih, ia menceritakan bahwa di masa muda ada seorang teman baiknya yang juga menguasai sedikit ilmu menotok titik akupunktur. Suatu kali ketika mereka sedang berbincang – bincang, mungkin karena hendak bersenda gurau dengannya, terpukul tulang belikat kiri Liu ini dari belakang.

Dengan satu pukulan ini, Liu langsung merasakan sakit tak tertahankan, beberapa hari setelah itu, keadaan fisik Nyonya Liu tidak ada masalah. Akan tetapi beberapa bulan kemudian, Nyonya Liu mulai merasakan sulit bernafas, matanya bengkak merah, kondisi fisiknya semakin lama semakin menurun.

Selama 20 tahun terakhir ini, ia telah mencoba berbagai macam pengobatan baik di rumah sakit maupun pengobatan alternatif, namun sama sekali tidak mampu menyembuhkan sakitnya. Ia tetap saja sulit bernafas, tidak dapat menghirup nafas secara sempurna, tenggorokannya terasa seperti tersumbat, setiap hari pulang ke rumah setelah naik beberapa anak tangga, ia harus beristirahat sejenak.

Bebaskan Totok di Tempat, Lenyapkan Gejala Fundamental

Xie Qiping memutuskan untuk memperagakan membebaskan penotokan titik akupunktur pada tubuh Liu di bawah sorotan langsung kamera.

Setelah sejenak menyalurkan Qi-nya (medan energi), Xie Qiping mulai melakukan pembebasan totokan. Terlihat beberapa kali ditotok dan ditekan bagian punggung, dada, perut bagian bawah, tenggo-rokan, dan bagian tubuh lainnya dengan sekaligus, bagaikan air mengalir dan mega berjalan, dan selama proses tersebut, Liu diminta untuk bernafas panjang hingga mengeluarkan suara “Ssshhh…”

Perlahan-lahan Liu me-ngatakan nafasnya sudah lebih lancar, 15 menit kemudian selesailah Xie melakukan penotokan. Namun ia sudah tidak mampu berbicara lagi, tampaknya sudah banyak tenaga dalamnya yang terkuras. Liu berkata ia merasa tenggorokannya benar-benar agak longgar, bernafas pun menjadi jauh lebih lancar.

Karena Liu sudah 20 tahun lebih tertotok titik akupunkturnya, waktu yang cukup panjang, oleh karena itu Xie Qiping harus mengeluarkan tenaga yang sangat besar.

Menurut penjelasannya, ia menggunakan metode menutup dan membuka titik akupunktur. Mula-mula sejumlah titik akupunktur pada tubuh Liu ditutup, lalu dilakukan pembebasan titik, karena sudah terlalu lama kena pukul, Xie harus mengulang sebanyak 3 kali tindakkan membebaskan titik akupunktur pada tubuh Liu baru dapat membebaskannya.

Di saat yang sama Xie Qiping juga menjelaskan, seperti yang dikisahkan di dalam film maupun dalam cerita silat, bahwa dengan totokan ringan saja dapat membebaskan totokan pada seseorang, itu adalah hal yang mustahil.

Umumnya setelah membantu orang lain membebaskan totokan, orang tersebut tidak dapat segera pulih sepenuhnya, masih harus dipadu lagi dengan penggunaan obat tradisional Tiongkok untuk menyelaraskan Qi dan penambahan darah agar dapat menyembuhkan gejala-gejalanya secara tuntas.

Totok Akupunktur Zimen, Ilmu Misterius dari Jiangxi

Menurut penuturan, ilmu menotok titik akupunktur yang dikuasai oleh Xie Qiping termasuk salah satu ilmu dari aliran Zimen.

Ilmu menotok titik akupunktur Zimen merupakan salah satu aliran kungfu yang diwariskan paling lama sejarahnya di wilayah Jiangxi.

Di tengah masyarakat Jiangxi sendiri beredar istilah Wu Bai Qian (500 Qian), Gou Jiao Ji (jejak kaki anjing), dan lain-lain, semuanya merupakan sebutan dari ilmu menotok titik akupunktur Zimen ini. Ilmu menotok titik akupunktur yang ada di tengah masyarakat seperti ini, sangat mementingkan waktu menotok dan metode menotoknya.

Xie Qiping memperkenalkan, dalam waktu tertentu, dengan teknik menotok tertentu, dapat memblokir titik akupunktur. Karena titik akupunktur mempunyai sirkulasi mikro, menotok titik akupunktur itu sebenarnya adalah memutus sirkulasi mikro Meridian. Menggunakan metode tertentu untuk merangsang titik akupunktur itu, mengubah sirkulasi mikronya.

Sirkulasi mikro terdapat di dalam organ tubuh, merefleksikan Meridian suatu organ tubuh, telah terjadi semacam penyumbatan pembuluh darah, sehingga menyebabkan cairan gizi dan mineral tidak dapat mengalir melewatinya, yang kemudian akan menyebabkan organ tersebut perlahan-lahan menderita penyakit, menimbulkan pengaruh pada organ tubuh secara perlahan.

Xie Qiping mengatakan, menotok titik akupunktur dapat menyumbat titik akupunktur seseorang, artinya sama saja dengan memutus sirkulasi mikro sebuah Meridian, yang akan menyebabkan aliran darahnya tersumbat, dan mengakibatkan hal yang lebih fatal lagi pada tubuh manusia. Oleh karena itu, saat berlatih menotok titik akupunktur ia sangat jarang menggunakan tubuh manusia sebagai bahan percobaan, umumnya ia memilih menggunakan hewan kecil, seperti ayam dan sejenisnya.

Menotok tubuh hewan – hewan kecil ini, efek yang akan timbul sama saja dengan menotok tubuh manusia.

Satu Hari Belajar Menotok, Seribu Hari Belajar Membebaskannya

Karena ilmu menotok titik akupunktur ini sangat misterius, rahasia, tidak jarang membuat orang beranggapan bahwa ilmu ini adalah ilmu sakti, namun Xie Qiping mengatakan, yang lebih sulit dari pada menotok adalah membebaskannya.

Sebab dampak negatif yang ditimbulkan akibat satu totokan, umumnya harus di-pijat di banyak tempat untuk dapat membebaskannya. Orang yang melakukan pembebasan titik akupunktur harus terlebih dahulu mengetahui titik akupunktur mana pada tubuh korban yang tertotok, meridian mana yang tersumbat, organ mana yang terluka. Lalu berdasarkan arah meridian, berdasarkan teori lima unsur dan juga teori saling menghidupi dan saling membatasinya, melakukan pemijatan pada sejumlah titik akupunktur, jika perlu ditambahkan lagi dengan obat-obatan, agar meridian orang yang ditotok dapat diperlancar, sehingga kemampuan fisiologinya dapat kembali normal.

Xie Qiping senang memandang titik akupunktur di seluruh tubuh manusia sebagai sebuah saluran air kecil, jika titik ini sudah tersumbat, ibarat di dalam saluran air ini ada pasir yang menyumbat. Pada saat itu, orang yang melakukan pembebasan titik harus terlebih dahulu menutup aliran dari atasnya, kalangan praktisi menamakannya menutup dan membuka titik. Di kalangan masyarakat disebut urut terbalik, juga disebut Xue Cun Shou.

Setelah bagian atas titik akupuntur itu ditutup, lalu tiba-tiba dibuka kembali, agar dapat menerjang titik akupunktur yang tersumbat ini. Karena tingkat kesulitan membebaskan titik akupunktur ini sangat tinggi, banyak ahli totok yang ada di tengah masyarakat hanya bisa menotok, tidak bisa membebaskannya. Sehingga di kalangan ahli totok ini beredar kiasan sebagai berikut: “Sehari berguru belajar menotok titik Akupunktur, seribu hari menjadi murid belajar membebaskannya”, begitulah maksudnya.

Melukai Orang Tanpa Bekas, Sulit Disanksi Hukum

Xie Qiping menjelaskan, kalangan totok di Jiangxi juga terbagi menjadi tangan besar dan tangan kecil. Tangan besar menekankan tenaga dahsyat seketika, Gou Jiao Ji yang ada di tengah masyarakat adalah termasuk salah satu metode tangan besar, yang digunakan untuk menotok ayam adalah tangan kecil, tangan kecil lebih menekankan kerahasiaan.

Karena besarnya dampak melukai yang dapat ditimbulkannya dan begitu terselubungnya metode pada totok titik akupunktur, maka orang-orang umumnya menjauhi para praktisi menotok.

Xie Qiping menyatakan, dia tidak sembarangan mengajarkan ilmu totok ini kepada orang lain. Orang-orang yang belajar ilmu ini, harus memiliki jiwa yang baik dan bermoral, agar tidak menyalah gunakan ilmu ini untuk mencelakakan orang lain atau melakukan kejahatan.

Misalnya pada saat berjabat tangan, menyalakan api rokok, atau sekedar menepuk bahu pun, seorang ahli totok dapat menotok seseorang tanpa disadari oleh yang bersangkutan, bahkan yang bersangkutan tidak akan merasakan apapun.

Oleh karena itu, para praktisi totok sangat antipati untuk berjabat tangan dengan orang asing, bahkan untuk mengucapkan selamat atau bersopan santun dengan sesama praktisi pun mereka terlebih dahulu menutup saluran Hu Kou-nya, dan hanya menyentuhkan 4 jari tangan dengan perlahan.

Di dalam kalangan totok akupuntur, juga terdapat orang-orang yang bersifat tidak baik. Sebagai contoh, ada orang yang bersifat buruk menyuruh murid-muridnya untuk menotok orang lain, lalu dengan berbagai tipu muslihat si korban diarahkan mencari sang guru agar totokannya dapat dibebaskan, yang tujuannya tentu saja mendapatkan bayaran atas pengobatan yang dilakukan, hal semacam ini sangat lazim terjadi.

Karena ilmu totok ini sangat misterius dan tak berbekas, kemampuan membunuhnya juga sangat kuat, setelah melukai seseorang, akan sulit bagi hukum untuk mengadili pelakunya.

Dalam acara Wilayah Lima yang ditayangkan stasiun TV Jiangxi ini, ada sekelompok pengacara penasihat yang diketuai oleh Xu Nianhua. Dia berpendapat, dari segi teori, melukai orang dengan menotok terdiri dari 2 kondisi, yaitu membunuh orang seketika pada saat menotok, sama halnya dengan membunuh orang dengan pisau, kalau begini akan mudah untuk menghukum si pelaku.

Namun dampak yang lebih besar justru setelah seseorang ditotok, selang beberapa waktu lamanya korban yang ditotok baru meninggal dunia. Keadaan seperti ini di depan ‘hukum pidana’ akan sulit untuk ditentukan apakah kematian si korban ada hubungan langsung dengan totokan tersebut atau tidak.

Dokter Forensik pada umumnya tidak dapat memastikan hal tersebut karena kurang ahli dalam bidang ini, sehingga harus dicari seorang pakar yang meneliti titik akupunktur untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pengacara Xu mengatakan, dalam kehidupan nyata, sangat sulit mendapatkan bukti untuk kasus seperti ini, sebab banyak korban yang bahkan tidak tahu bahwa dirinya telah ditotok. Oleh karena itu hingga saat ini masih sangat sulit bagi hukum untuk menindak pelaku kejahatan dengan menotok ini.

Mewariskan Totok Akupunktur, Ketat Memilih Murid

Ahli menotok titik akupunktur di tengah masyarakat umumnya sangat hati – hati dalam memilih murid. Sebab sekali salah dalam mewariskan ilmu ini, maka ilmu totok ini akan membabi buta dan membawa bencana bagi masyarakat. Sangat mungkin akan membawa malapetaka bagi manusia biasa.

Sebelum seorang guru totok mewariskan ilmu ini kepada muridnya, sang guru akan mengamati perilaku dan sifat sang murid dengan sangat cermat, bahkan terhadap murid dari keturunannya sendiri pun harus diamati dengan cermat dan hati – hati.

Umumnya saat seorang guru memutuskan untuk menerima murid untuk diajarkan ilmu menotok titik akupunktur, selalu ada sebuah syarat yang sangat memberatkan, yaitu pertama dan yang paling utama adalah sifat yang baik.

Mereka berprinsip tidak akan mengajarkannya kepada orang yang tidak berbakti pada orang tua, orang yang memamerkan keahlian demi untuk mendapatkan uang, orang yang bertindak semena-mena dan suka menindas orang lain, orang yang haus harta. Di samping itu, sang guru akan mengamati muridnya dari berbagai aspek.

Xie Qiping kini memiliki beberapa orang murid, dia berkata, murid – murid yang diterimanya ini memiliki sifat yang baik, jujur, dan berbakti.

Beberapa tahun terakhir ini, dia juga sangat giat menyebar luaskan ilmu ini di tengah masyarakat dan memperkenalkan pengetahuan seputar ilmu menotok titik akupunktur ini, sekaligus juga mempertimbangkan untuk mempromosikan ilmu tingkat tinggi tradisional Tiongkok ini dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit. (Epoctimes.co.id/lie)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: