Pengobatan Sengat Lebah

“Betapa banyak peninggalan peradaban dan kebudayaan manusia di zaman dahulu yang memiliki nilai-nilai ilmiah yang tinggi. Apabila nilai-nilai tersebut dikembangkan dengan metode dasar ilmiah modern, bukan sesuatu yang mustahil akan menghasilkan ilmiah baru yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahkan lebih dari itu akan mempunyai arti yang lebih besar daripada ilmu modern sendiri”
Salah satu peninggalan yang dimaksud adalah pengobatan alternatif sengat lebah atau yang lebih dikenal dengan Kultifar Api-puncture.
Prinsip pengobatan sengat lebah didasarkan pada mekanisme bahwa suatu penyakit tertentu, terutama yang disebabkan oleh adanya gangguan syaraf atau karena penyumbatan pembuluh darah, penyembuhan efektif dengan sengatan lebah karena mengandung Apitoxin.

 

Apitoxin adalah racun atau bisa lebah (Bee Venom) yang dihasilkan oleh lebah madu dari jenis lebah pekerja (Apis mellifera, Apis cerana dan Apis dorsata). Apitoxin tersebut disekresikan oleh kelenjar rancun (poison gland) dalam bentuk cairan bening dengan bau tajam, rasa pahit, aroma spesifik, bereaksi asam dengan berat jenis 1,1313, dan cepat kering pada temperatur kamar. Apitoxin mengandung senyawa-senyawa kimia antara lain triptofan, kolin, gliserin, asam fosfat, asam palmitat, asam lemak, asam vetelin, apramin, peptide, enzim, hystamin dan mellitin. Kandungan tertinggi adalah dari golongan protein sekitar 20% (Apis mellifera) dengan protein yang utama mellitin (± 40-50) dari berat kering Apitoxin) dan vetelin.

Menurut hasil penelitian para ahli di bidang kultifar, terdapat ± 60 jenis penyakit yang diderita manusia dapat disembuhkan dengan sengatan lebah.

PELAKSANAAN PENGOBATAN KULTIFAR

Untuk Pertama Kali Pasien cukup disengat 1-2 sengatan sebagai pengenalan pada tempat yang dirasakan sakit. iterval 4-5 hari kemudian dilakukan kembali sengatan sebanyak 3-4 kali. Bila kondisi pasien cukup baik, jumlah sengatan bisa ditambah sampai 10 kali sengatan pada tempat-tempat sesuai keadaan penyakitnya.
Untuk titik-titik pengobatan Api-puncture didasarkan pada titik-titik acupuncture, dan di tempat mana pasien merasakan sakit, maka disitulah tempat yang disengat.

~ by satrialang on December 31, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: