Satria Nusantara

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Insan.” [Luk 21:36 ]

 “Sangkalane maksih nunggal jamanipun;Neng sajroning madya akir;Wiku Sapta ngesthi Ratu;Adil parimarmeng dasih;Ing kono kersaning manon”
Dalam JANGKA JAYABAYA CATUR
SABDA dijelaskan:
“Lah iku timbuling Buda Wekasan, denen sinebut buda wiwitan iya iku ratu majapahit, iya timbuling buda wekasan iku paribasane bakal ana: sileme prau gabus, kumambanging watu item, mungguhing jumeneng nging sang ratu adil, aneng kraton katangga, pasare ana ing lurah binatu, hiya Herucakra, iya Tunjung Putih, iya Pudhak Sinumpet, jumeneng Imam Mahdi, yaiku kanjeng Nabi Isa Roh ALLAAH

“Dari sebutannya, Ratu Adil dapat ditafsirkan sebagai seorang yang mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ratu Adil juga pasti mampu menjadi pelindung atau pengayom dari seluruh rakyat, tanpa membedakan golongan, tanpa keberpihakan kecuali hanya berpihak kepada kebenaran hakiki yang bersifat universal. Dengan ciri ini maka sulitlah kiranya jika Ratu Adil ini bersal dari salah satu kelompok kepentingan yang dibesarkan oleh kelompok kepentingan itu…Itulah sosok Ratu Adil yang sampai saat ini hanya ada di dalam angan-angan.Selama sosok Ratu Adil itu hanya ada di dalam angan-angan, selama itu pulalah keadilan, kemakmuraan, ketentramaan, serta kesejahteraan hidup hakiki yang selalu didambakan itu juga hanya ada di dalam angan-angan, atau bahkan hanya ada di dalam alam impian di atas impian di dalam lamunan belaka…

Mungkinkah undang-undang atau tatanan politik kita mampu memunculkan sosok Ratu Adil?…”

Walaupun pada saat ini zaman telah beralih ke hal-hal yang logis, tetapi diakui bahwa masih banyak hal-hal yang tidak logis terjadi disekeliling kita. Di Indonesia misalnya dikabarkan akan terjadi hal yang sangat tidak logis yaitu munculnya Putra Batara Indra (Anak Malaikat/Hyang/Dewa) yang oleh Joyoboyo disebut sebagai Malaikat/Hyang/Dewa berbadan insan. Joyoboyo dalam beberapa bait ramalannya juga menyebutkan akan perihal Dewa berbadan insan itu. Apakah memang permasalahan di Indonesia sudah tidak bisa lagi diatasi oleh insan sehingga ALLAAH harus menyuruh Dewa/Malaikat untuk hadir di Nusantara? Apabila memang demikian kehendakNYA maka keberadaan Anak Hyang teresebut pastilah adanya, kepadanyalah orang akan banyak beriman , maka biarlah segala yang dikehendaki SANG PENCIPTA akan terjadi di muka bumi ini. Ketidakberesan yang terjadi di Indonesia juga ketidakberesan yang terjadi di Internasional akibat dari ulah manusia sendiri, maka itu lebih tepat bila manusia juga yang akan menyelesaikannya. Disisi lain kehidupan Dewa/malaikat dengan kehidupan manusia tidaklah sama. Malaikat akan menyelesaikan masalahnya sendiri dan manusia akan menyelesaikan masalahnya sendiri, namun tidak menutup kemungkinan manusia dan malaikat saling membantu. Keberadaan Anak Malaikat/Hyang/Dewa atau Malaikat yang bermanifestasi menjadi Insan yang akan diturunkan turun temurun  ini dijelaskan sebagai berikut :

إِنْ هُوَ إِلاَّ عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلاً لِبَنِي إِسْرَائِيلَ. وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلاَئِكَةً فِي اْلأَرْضِ يَخْلُفُوْنَ. وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلاَ تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيْمٌ
“Isa tidak lain hanyalah seorang Hamba yang KAMI berikan kepadaNya nikmat   dan KAMI jadikan Dia sebagai tanda bukti (kekuasaan ALLAAH) untuk Bani Israil. Dan kalau KAMI kehendaki benar-benar KAMI jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (Az-Zukhruf: 59-61)

Al-Hasan rahimahuLLAAH mengatakan: “Maksudnya sebelum kematian Isa. Demi ALLAAH, sungguh dia sekarang hidup di sisi ALLAAH, tapi bila beliau turun nanti semuanya akan beriman.” (Tafsir Ath-Thabari, dinukil dari Asyrathus Sa’ah hal. 346)

 “Dan sesungguhya Isa itu adalah tanda bagi hari kiamat”, maksudnya adalah bahwa turunnya Isa termasuk tanda-tanda hari kiamat, dan dengan itu diketahui bahwa kiamat sudah dekat. Demikian menurut penafsiran Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan As-Suddi. (Zadul Masir, 7/325, Al-Qurthubi, 16/105). Dan Ibnu Abbas   membacanya dengan لَعَلَمٌ yang berarti tanda.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dari Nabi ShallaLLAAHU ‘alaihi wa sallam, tentang tafsir “Dan sungguh Isa itu adalah tanda bagi hari kiamat’, Beliau     menyatakan:
نُزُوْلُ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مِنْ قَبْلِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Itu adalah turunnya Isa bin Maryam sebelum hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Bab Al-Bayan bi anna Nuzul Isa ibni Maryam min A’lamis Sa’ah, 15/228 no. 6817)


Kalam ALLAAH  :
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 159)

Telah lewat tafsir Al-Hasan rahimahuLLAAHU terhadap ayat ini.
Adapun hadits-hadits Nabi SAW, maka cukup banyak yang menunjukkan akan turunnya Isa bahkan sampai kepada derajat mutawatir, sebagaimana disebutkan oleh para ulama hadits dan yang lain, seperti Ibnu Jarir, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Shiddiq Hasan Khan, Anwar Syah Al-Kasymiri, Al-Azhim Abadi, Asy-Syaikh Al-Albani

Akan tetapi benarkah permasalahan di Indonesia juga di dunia harus diselesaikan oleh Hyang/Dewa/Malaikat berbadan manusia?  Sepertinya ini merupakan hal yang berlebihan karena alam Hyang/Dewa/Malaikat sangatlah berbeda dengan alam insan. Kondisi yang dialami Indonesia juga dunia Internasional masih terkendali dan apabila insan mau serius menanganinya maka semua akan dapat diatasi.

Membicarakan mengenai Hyang/Dewa/Malaikat berbadan Insan, arah persepsi kita adalah munculnya sosok Insan yang sakti mandraguna dengan segala kemampuan yang tidak masuk akal. Berbeda dengan kesaktian yang dimiliki manusia pada umumnya, kesaktian anak dewa ini tentunya akan di atas segala jenis kesaktian yang ada di bumi. Namanya juga Dewa   kesaktiannya tentu melebihi Insan pada umumnya. Seperti itulah Isa (manifestasi Jibril Yang Kuat) memiliki kemampuan atau kesaktian yang dhasyat untuk dipergunakannya melawan ya’juj ma’juj.Sekarang mari kita lacak keberadaan Isa, sebelumnya kita tahu bahwa Jibril adalah Malaikat Pembawa Wahyu, sebagian besar Nabi ALLAAH menerima Wahyu dari Malaikat Jibril setelah Beliau Beliau itu dipandang cukup usia untuk menerima wahyu tersebut. Tapi berbeda denagn Nabi Isa, yang pada masa kecilnya sudah mengaku sebagai Nabi menerima Wahyu. Nash berikut ini menjelaskan :

Hai Saudara perempuan Harun, ayahMu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibuMu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, maka Maryam menunjuk kepada anakNya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan Anak Kecil yang masih di dalam ayunan?”Berkata Isa: “Sesungguhnya Aku ini Hamba ALLAAH, DIA memberiKu Al Kitab (Injil) dan DIA menjadikan Aku seorang nabi (QS 19:28-30)

Bayangkanlah, tanpa menunggu waktu dewasa, dan dalam kedaan masih bocah, Isa bisa menjelaskan status keNabianNya dan pemberian Wahyu kepadaNya. Lalu apakah Jibril telah memberkan Wahyu kepada Nabi Isa semenjak Beliau masih Bayi??? Atau  Apakah Isa itu adalah Jibril itu sendiri???, mari Kita runut Nash berikut ini lagi :

 

Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya Aku ini hanyalah seorang utusan RABB Mu, untuk memberiMu seorang anak laki-laki yang suci”.( QS 19: 19)

Simak baik baik apakah tugas Jibril kepada Maryam??? Untuk memberikan Anak kan??? Nah disitulah terjadi proses pembuahan janin dari Ruhul Qudus ( Jibril ) kepada Maryam dengan cara Jibril menghembuskan Ruh Nya kepada Maryam, sehingga bersemayamlah Jibril di rahim Maryam sebagai ‘Isa. Nash menjelaskan :

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam Din mu dan janganlah kamu mengatakan terhadap ALLAAH kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan ALLAAH dan (yang diciptakan dengan) kalimat-NYA, yang disampaikan-NYA kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-NYA Maka berimanlah kamu kepada ALLAAH dan rasul-rasul-NYA dan janganlah kamu mengatakan: “(ALLAAH) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya ALLAAH YANG MAHA ESA, MAHA SUCI ALLAAH dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah ALLAAH menjadi PEMELIHARA.(QS 4:171)

 

Jibril dengan kemampuanNya merubah diri menjadi Nabi ‘Isa di kandungan Maryam. Itulah rahasianya mengapa Nabi ‘Isa langsung dapat memahami Wahyu, karena Beliau sendiri adalah wujud insani dari Jibril itu sendiri. Lalu apakah benar ada Malaikat yang berubah menjadi insan ??? Hadits tentang Islam, Iman dan Ihsan diatas telah membuktikan bahwa Malaikat bisa berubah menjadi sosok insan. Coba renungkan Nash berikut ini :

 

“KAMI telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, KAMI sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.”(QS 76:28)

 

Pada ayat diatas, ALLAAH mengingatkan bahwa apabila dikehendaki olehNYA, maka ALLAAH akan ganti insan dengan mahkluk yang serupa bentuknya. Diperkuat lagi dengan ayat berikut ini :

untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu   (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.(QS 56 : 61 )

 

 

Namun perbedaannya bahwa mahkluk pengganti itu akan lebih kuat daripada insan itu sendiri, dalilnya:

Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan KAMI sekali-kali tidak dapat dikalahkan.( QS 70 : 41)

 

 

  
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, “Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang KAMI berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan ALLAAH) untuk Bani Israil.

Dan kalau KAMI kehendaki, benar-benar KAMI jadikan sebagai gantimu di muka bumi, Malaikat-Malaikat yang turun-temurun.

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu; dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” [Az- Zukhruf: 57-61]

Ayat-ayat di atas membicarakan Isa ‘Alaihissalam, dan pada ayat terakhir (Az- Zukhruf: 61) disebutkan wainnahuu ‘a ‘ilmun lissaa ‘ah (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat), yakni turunnya Isa ‘alaihissalam ke bumi sebelum datangnya hari kiamat merupakan pertanda telah dekatnya hari kiamat. Dan hal ini juga ditunjuki oleh qiroah (bacaan) lain terhadap ayat itu, yakni wa innahuu la ‘ilmun lis-saa ‘ah ( ) dengan memberi harakat fathah pada huruf ‘ain dan lam, yang berarti ‘alaamah (alamat) dan amaaroh (tanda) telah dekatnya hari kiamat. Bacaan ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lain Imam tafsir. [Tafsir Al-Qurthubi 16: 105, dan Tafsir Ath-Thabari 25:90-91].

 

Istilah Hyang/Malaikat/Dewa sepertinya bukan hal baru bagi kita orang Indonesia meskipun sosoknya tidak diketahui ada atau tidak. Bagi beberapa kalangan Dewa atau Hyang diartikan sebagai sosok yang lebih tinggi dari insan dalam hal kemampuan. Apabila ditelusuri lebih lanjut, dewa bukanlah sejenis insan juga bukan sejenis jin. Yang lebih cocok dan mendekati adalah Hyang tau Dewa merupakan sejenis Malaikat  Konon katanya pada zaman dahulu kala Dewa hidup berdampingan dengan insan. Dewa hidup diantara insan sebagai pelindung, pembantu, bahkan juga ada yang sebagai sosok yang jahat. Tapi saat ini bukanlah zamannya lagi, teknologi telah merubah kepercayaan insan dari hal-hal yang tidak logis menjadi hal-hal yang logis dan masuk akal meskipun masih banyak juga dijumpai adanya kepercayaan itu.

Senada dengan hal tersebut dalam bait 170 Jongko Joyoboyo disebutkan “disebut Dewa namun insan biasa”. Artinya memang si anak itu meskipun sakti mandraguna seperti Dewa/Batara/Malaikat ciptaan ALLAAH. Anak itu juga adalah insan biasa yang karena kehendak SANG PENCIPTA maka Dia dapat memiliki kesaktian yang kesaktian tersebut sangatlah susah diperoleh orang biasa.

Bukti lain disebutkan dalam Ugo Wangsit Siliwangi yang berbunyi “rumahnya di ujung sungai”, kemudian dilanjutkan dengan bait 161 Jongko Joyoboyo yang berbunyi “berumah seperti raden Gatotkaca”. Artinya Dia sebagaimana orang pada umumnya memiliki keluarga lengkap terlahir dari pasangan ayah dan ibu juga terdapat paman, bibi, kakek, nenek juga bisa ditelusuri silsilah keluarganya.Meskipun dalam bait 168 Jongko Joyoboyo disebutkan bila “satria itu yatim piatu” namun identitas sebagai sosok insan yang memiliki silsilah keluarga berketurunan tetap ada.  

Dengan demikian kalimat Hyang/Batara/Malaikat/Dewaberbadan insan yang ditujukan kepada Ratu Adil  artinya Dia yang tidak ada bedanya dengan insan pada umumnya namun diberi kesaktian oleh SANG PENCIPTA ibarat sesosok Batara.Itulah Isa yang mampu menciptakan burung dari tanah lalu kemudian menghidupkannya.

 Dalam beberapa bait yaitu bait 159, 162, 164, 168, 172 dan 173 Jongko Joyoboyo disebutkan bahwa anak dewa bersenjatakan Trisula Weda. Pada zaman dahulu kala ketika teknologi belum semodern pada saat ini, dewa dikenal memiliki senjata khusus. Wajarlah bila anak dewa juga memiliki senjata yang joyoboyo menyebutnya atau menamainya dengan senjata Trisula Weda. Kira-kira senjata apakah itu ?Trisula Weda bisa jadi sebuah senjata berujud benda, tetapi tidak menutup kemungkinan bila senjata tersebut juga berujud yang lainnya. Dari kata Trisula sendiri mengingatkan kita akan sebuah senjata yang berbentuk seperi tombak yang ujungnya tajam bercabang tiga.  

Seandainya saja anak dewa kelak membawa senjata seperti itu kemanapun dia pergi, maka kesan kita sebagai rakyat Indonesia sangatlah aneh. Apa mungkin Ratu Adil akan kemana-mana mengunjungi setiap wilayah di negeri ini dengan menenteng senjata seperti itu. Iya memang betul San Anak ini akan memimpin beberapa peperangan.Dia bersifat keras , kaku dalam Ke3benaran Abadi.Dijelaskan :

 Dari Jabir bin AbdiLLAAH ia mengatakan: Aku mendengar Nabi SAW bersabda:
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلىَ الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمِ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا. فَيَقُوْلُ: لاَ إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلىَ بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ
“Masih tetap sekelompok dari umatKu mereka berperang di atas kebenaran, mereka unggul sampai pada hari kiamat.” Beliau bersabda: “Lalu turunlah Isa bin Maryam, lalu pemimpin kaum Muslimin mengatakan: ‘Kemari, jadilah Imam Kami.’ Maka Ia menjawab: ‘Sesungguhya sebagian Kalian Pemimpin atas sebagian yang lain sebagai kemuliaan ALLAAH atas umat ini’.” (Shahih, HR. Muslim, 2/368 Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad; Ibnu Hibban, no. 6819, 15/231, Bab Al-Bayan bi Anna Imama Hadzihil Ummah ‘inda Nuzul ‘Isa bin Maryam Yakunu minhum duna an yakuna ‘Isa Imamahim fi Dzalika Az-Zaman)

Begitulah apabila Trisula diartikan dalam wujud kebendaan. Apabila Trisula dalam wujud bukan senjata, kata Weda dari senjata Trisula Weda bisa diartikan sebagai kitab atau pedoman hidup. Ini terkait dengan model pembelajaran yang berlangsung ketika masa Joyoboyo dulu. Pada zaman dahulu orang yang akan sekolah atau belajar harus membawa kitab Weda sebagai bahan pelajaran. Kitab Weda akan dipelajari terus menerus hingga tamat.Apabila ada murid yang sudah tamat belajar kitab Weda maka dia akan dinyatakan lulus. Hal ini juga sudah disebutkan dalam bait 168 Jongko Joyoboyo anak dewa “sudah lulus weda jawa”. Bila dikaitkan dengan model pembelajaran saat ini, maka kata lulus weda jawa bisa diartikan sebagai telah lulus sekolah atau kuliah. Jadi Dia akan muncul kelak bukan dalam kondisi masih sekolah atau kuliah.Tapi Dia telah menjadi Guru yang mengajarkan Kitab Suci.Karena kata Trisula dan kata Weda ketika digabungkan menjadi satu yaitu Trisula Weda, maka mengandung arti sebuah senjata yang digunakan anak dewa dengan berpedoman pada kitab yang diyakininya. Apabila anak dewa beragama Islam maka berarti senjata Trisula yang digunakannya berpedoman pada kitab Al-Qur’an, Injil dan Taurat.

Penafsiran lain mengenai Trisula Weda yang berujud bukan senjata, bisa juga ditafsirkan sebagai Trisula bagian tengah ,kanan dan kiri otak.   Berbeda dengan wujud senjata, Trisula Weda dalam penafsiran ini cenderung menggunakan bagian tubuh anak dewa sendiri sebagai senjatanya.Yang berarti Dia adalah orang cerdas yang memahami berbagai Kitab Suci

Kondisi ini terkait dengan bait 168 Jongko Joyoboyo “yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan”. Artinya akhlakNya anak tidak akan mendatangkan hal yang merugikan orang lain
Dalam bait 162 Jongko Joyoboyo disebutkan “pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar tak kelihatan, tak berbentuk yang memimpin adalah putra Batara Indra”. Joyoboyo memberitahukan bahwa Dia rupanya memiliki pasukan dari kalangan makhluk halus sebagaimana yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman. Kalimat ini kelihatan unik mengingat yang memimpin manusia sedangkan yang dipimpin bukan insan.

“Dan dihimpunkan kepada Sulaiman tentaranya dari jin,  ” (QS. an-Naml: 17)

“Kemudian KAMI tundukkan kepada angin yang berhembus dengan baik menurut hemana saja yang dikehendakinya, dan (KAMI tundukkan pula kepadaNya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu. Inilah anugerah Kami;, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi KAMI dan tempat kembali yang baik.” (QS. Shad: 36-40)

Orang akan berfikir bila makhluk halus tersebut merupakan makhluk jenis Jin ciptaan ALLAAH. hal ini telah disebutkan dalam bait 164 Jongko Joyoboyo “mengerahkan jin dan setan, seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa”. Bila Dia bisa menjadi pemimpin dari golongan Jin, maka Dia itu dipastikan lebih kuat juga lebih sakti dari Jin yang dipimpinnya.Tidak mungkin Jin akan mau dipimpin oleh orang yang lebih lemah dan lebih rendah darinya. Kesaktian si Dia lah yang akan menjadikan golongan Jin akan tunduk dan bersedia menjadi pasukannya. Kesaktian disini bisa berarti anak dewa lebih kuat dan memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Jin. Dan boleh jadi dengan kesaktiannya itu anak dewa bisa keluar masuk alam Jin dengan mudah.Dan dengan PasukanNya itu dia membina Nusantara karena sebelumnya Nusantara yang baru berlalu (Indonesia) baru saja ditimpa huru hara dan segala kekacauan selama berlangsungnya zaman Kalabendu. Dengan adanya kerjasama antara insan dan makhluk halus maka semua akan berhasil diperbaiki kembali.

Kemudia selain makhluk halus yang diartikan sebagai Jin ciptaan Tuhan, orang juga akan berfikir bila makhluk halus itu merupakan makhluk sejenis malaikat ciptaan Tuhan. Hal ini telah disebutkan dalam serat centhini pupuh 258 tembang ke 4 yaitu “tidak mengandalkan bala bantuan insan, hanya sirrULLAAH prajuritnya”. Kata SiruLLAAH menunjuk kepada Malaikat cipataan Tuhan yang bisa diandalkan untuk membantu manusia.

Kesediaan Malaikat untuk menjadi pasukan yang dipimpin olehNya bisa berarti memang atas perintah Tuhan. Tetapi juga bisa berarti karena perintah malaikat lain yang derajatnya lebih tinggi. Ingatlah bahwa Batara Indra sebagai ayah dari anak dewa merupakan pemimpin para dewa/malaikat yang ada di alam semesta ini. Seluruh malaikat/dewa tunduk dan patuh dengannya.

Apabila Batara Indra (baca:Jibril) sebagai pemimpinNya, maka apapun yang diperintahkannya pada Malaikat lain akan dilaksanankan. Sementara Dia merupakan putra Batara Indra, maka itu tidak heran jika kelak kepemimpinan ayahnya akan turun kepada anaknya. Sehingga para Malaikat bukan hanya tunduk pada Batara Indra sebagai pemimpinnya, namun juga tunduk pada Dia juga.

Dengan posisi Ratu Adil sebagai putra Batara Indra, maka mudah baginya untuk mendapatkan dukungan dari para Malaikat yang tersebar di alam semesta. Posisinya sebagai anak dewa tentunya akan sama dengan ayahnya untuk memimpin sejumlah malaikat. Sehingga suatu kewajaran bila nantinya banyak malaikat yang akan tunduk padanya.Dan inilah yang dimaksud dengan ayat berikut :

Dan kalau KAMI kehendaki benar-benar KAMI jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat.  .” (Az-Zukhruf: 59-61)

Keberadaan makhluk halus dari golongan Jin juga makhluk halus dari golongan malaikat yang bersedia bahkan ingin dipimpin oleh Dia tentunya akan sangat bermanfaat. Anak dewa dengan mudah akan memanfaatkannya untuk membantu orang-orang Indonesia dalam membangun kembali dan memperbaiki kembali segala kerusakan yang ada di negeri ini.

Meskipun musuh yang akan dihadapi cukuplah kuat, namun sesuai dengan bait 162 Jongko Joyoboyo bahwa Dia“bila datang tanpa teman, sakti mandraguna tanpa azimat”. Itu berarti Dia hidupnya sendirian pada awalnya. Sakti tanpa azimat ini bisa jadi karena kesaktian yang diberikan ALLAAH kepadanya sehingga menjadikannya sebagai sosok yang sangat kuat,lagipula Dia menjaga KetauhidanNya dari kesyirikan.

Buat apa ada renofasi dengan membangun kembali semua bentuk kerusakan yang terjadi dan menimpa selama zaman Kalabendu berlangsung apabila Indonesia (sebelum Nusantara Baru) masih juga dijajah oleh bangsa lain yang dibantu oleh penguasanya sendiri yang berkhianat ???, itu sia-sia saja. Dia tentunya tidak akan diam begitu saja membiarkan negara lain menjajah Nusantara. Dia pasti akan mengambil keputusan yang tepat untuk mewujudkan Nusantara Jaya.

Tidak peduli berapapun jaraknya penjajah dari Nusantara, Dia pasti akan mendatanginya seorang diri. Mungkin ini yang lebih cocok untuk menterjemahkan kalimat “nglurug tanpo bolo”. Lagian juga tidak seimbang kalo kesaktiannya cuma untuk menghadapi kejahatan tingkat nasional. Nusantara tetap saja akan terjajah. Maka itu kesaktianNya akan bermanfaat juga untuk menghadapi kejahatan Internasional.

5. Warisane Gatotkaca sejuta.
Siapa yang belum mengetahui Gatotkaca, sepertinya banyak yang telah mengetahui tentang Gatotokaca. Singkatnya Gatotokaca merupakan putra dari Bima atau Werkudoro. Bima adalah putra kunti tepatnya kakak dari Arjuna yang oleh karena pernikahannya dengan dewi Arimbi, maka dari pernikahan tersebut lahirlah Gatotkaca..

Dalam bait 165 Jongko Joyoboyo disebutkan yaitu “warisane Gatotkaca sejuta”. Kalimat tersebut mengandung arti bahwa kesaktian yang dimiliki Gatotkaca akan terwariskan ke anak dewa. Kekuatan yang dimiliki Gatotkaca juga akan dimiliki olehNya. Gatotkaca dalam kisah Mahabarata disebutkan memiliki sejumlah kesaktian yang tidak dimiliki oleh ksatria lainnya. Diantara kesaktiannya tersebut yang paling nampak adalah kemampuannya untuk terbang di udara dan kemampuannya untuk merubah ukuran tubuh menjadi besar atau menjadi kecil dari ukuran sebelumnya. Dengan kesaktiannya itu Gatotkaca menjadi sosok ksatria yang ditakuti oleh musuhnya.

 

Kembali mengenai warisane Gatotkaca sejuta, dalam hal ini akan diambil 2 contoh kesaktian yang dimiliki Gatotkaca, yaitu kemampuan terbang di udara dengan kemampuan dapat merubah ukuran tubuh menjadi besar atau kecil. Apabila diwariskan maka anak dewa kelak juga akan dapat terbang dan dapat menjadi besar atau kecil tubuhnya seperti yang dilakukan Gatotkaca.Inilah sifat atau cirri khusus yang dimiliki oleh Malaikat Jibril.Maka kelak anak dewa akan menghampiri musuhnya yang di luar negeri menggunakan jurus terbang di udara seperti burung. Keadaan ini akan lebih efektif karena dengan terbang sendiri sepertinya akan lebih cepat geraknya dari pesawat terbang bahkan pesawat tempur.

Senada dengan perihal tersebut, peramal dari Prancis bernama Nostradamus juga telah menyebutkan dalam Century 2 Kuantrin 29 :
L’Oriental sorrira de son siege, Passer les monts Apennins voir la Gaule :
Transpercera le ciel, les eaux et neige, Et un chacun frappera de sa gaule.

“seorang lelaki bangsa timur akan datang langsung dari tempat kediamannya dan melewati Appennina menuju Perancis :
Dia akan melintas melewati langit, laut dan salju. Dia akan mencambuk semua orang dengan cambuknya”.

Keberadaan Kuantrin 29 dalam Century 2 ini menguatkan posisi anak dewa yang akan menggunakan kemampuan terbangnya untuk mendatangi musuh  sejauh apapun bahkan di ujung jagad raya sekalipun. Keseriusannya dalam menumpas musuh-musuh yang telah merugikan Semesta, niscaya akan dapat mewujudkan Nusantara menjadi mercusuar Alam semesta.

 

6. Ludahnya ludah api.
Dalam bait 166 Jongko Joyoboyo disebutkan bahwa si anak dewa “ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti)”. Apabila kata ludah api dalam kalimat tersebut diartikan apa adanya, berarti ludahnya anak dewa bukan air seperti manusia pada umumnya, ludahnya api yang apabila meludah maka akan terbakar yang terkena ludahnya.Ini membuktikan Dia memiliki kekuatan pada mulutNya juga,dijelaskan :

Dan tidak seorang kafir pun yang mencium nafasnya melainkan akan mati padahal nafasnya sejauh mata memandang. (lihat HR. Muslim (no. 2937 (110)) dari Nawwas bin Sam’an RadhiyaLLAAHu ‘anhu. Lihat Syarah Shahiih Muslim (XVIII/67-38), oleh Imam an-Nawawi).

 

Pernyataan diatas memperkuat ramalan Joyoboyo dalam bait 172 Jongko Joyoboyo disebutkan bahwa “yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga”. Kalimat ini bisa diterjemahkan Dia akan menyingkirkan bahkan memusnahkan siap saja yang menghalangi langkahnya. Kata sirna berarti menghabisi riwayat hidup yang menghalanginya.

 

Daniel 7:13-14

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang

dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia;

datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke

hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan

dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa,

suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah

kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah

kerajaan yang tidak akan musnah.

Zakharia 9:9-10

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah,

hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan

jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor

keledai beban yang muda. Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari

Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan

dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsabangsa.

Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke

laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

Zakharia

 

 

 

 

Anak Dewa Indra
Dewa Berbadan manusia
Bersenjata Trisula Weda
Memimpin Makhluk halus
Berperang Tanpa pasukan
Warisannya Gatokaca sejuta
Ludahnya Ludah api
Yang menghalangi Akan sirna
   

Demikianlah si anak dewa putra Batara Indra akan hadir di Nusantara tidak lama lagi di zaman yang begitu modern saat ini. Orang akan heran dan kaget ketika nyata-nyata melihat hal yang tidak masuk akal akan terjadi di Indonesia. Tapi begitulah bila ALLAAH berkehendak sesuatu pasti akan terjadi sesuai yang dikehendaki-NYA.

Gempa di Padang ,dibalik hakekat kemunculan Satria Nusantara

 Rabu sore 30 September 2009 jam 17.16 wib Ranah Minangkabau (Padang sekitarnya) digoyang gempa bumi yang menghancurkan dengan kekuatan 7,6 skala richter. Kejadian ini memakan begitu banyak korban jiwa baik yang tewas maupun luka-luka, dan entah berapa lagi yang masih belum diketemukan karena tertimbun puing-puing reruntuhan bangunan dan tanah longsor. Singkat kata, Padang luluh lantak dalam sekejap dan hingga kini meninggalkan kepedihan yang sangat memilukan. Kembali kenyataan ada di hadapan kita sebuah musibah tragis kembali terjadi dari sekian banyak rangkaian bencana yang melanda negeri ini sejak kejadian Tsunami Aceh di penghujung tahun 2004. Ada hakekat apa di balik ini semua ? Dalam kurun waktu ini apakah kita telah belajar dari segala musibah yang terjadi sebagai buah introspeksi diri ? Atau jangan-jangan kita telah terbiasa dengan segala musibah yang ada. Rasa empati, duka dan kesedihan hanya berlangsung selayang pandang untuk kemudian merasa biasa-biasa saja kembali tanpa ada hikmah bagi perubahan sikap moral kita ?

Kembali perlu digarisbawahi sebagai pengingatan kembali kita semua di dalam memandang kejadian-kejadian di hadapan kita. Sejatinya ?Tidak ada yang namanya Kebetulan. Semua kejadian di dalam kehidupan ini sekecil apapun adalah merupakan Ketetapan yang Ditetapkan-NYA.? Segala apa yang terjadi pada diri dan juga di hadapan diri adalah merupakan Potret atau Citra diri, baik itu personal individu, keluarga, lingkungan masyarakat, institusi, bangsa atau negara, dan bahkan jagad dunia. Dalam hal ini lebih menunjuk kepada Potret atau Citra Batin yang merupakan Pancaran Batin. Karena yang bersifat lahir selalu dapat menipu daya, sedangkan sifat batin selalu apa adanya. Baik akan terlihat baik dan buruk akan terlihat buruk. Sesuatu yang lahir dapat didekati dengan yang lahir (tetapi nisbi). Namun batin tidak akan mampu didekati dengan yang lahir. Sebaliknya batin akan mampu mendekati dan menembusi baik yang lahir maupun batin (bersifat mutlak). Dan Batin inilah Sang Pemimpin Diri. Sehingga untuk tiap-tiap tingkatan lingkungan (jagad kecil ? jagad besar) yang terpancar adalah Citra atau Potret ?Sang Pemimpin?.

Gempa yang terjadi di Padang adalah Sasmita Nusantara. Padang dalam bahasa Jawa berarti ?Terang atau Bercahaya.? Jika saat ini Padang hancur, maknanya tidak ada Terang alias Gelap. Bahkan dari kejadian akibat gempa itu merupakan gambaran Kegelapan yang memilukan dan menimbulkan berbagai kesulitan. Hari Rabu 30 September 2009 jam 17.16 wib dimana bencana itu datang, dalam perhitungan Jawa telah memasuki hari Kamis (Respati) Pahing 1 Oktober 2009, lambang wukunya (Julungwangi) adalah Betara Kala (letaknya Barat), Dasawaranya adalah Raja/pemimpin dengan lambang Sanghyang Rudra (menghancurkan), Paarasannya Lakuning Bumi, dan Pancasudanya adalah Lebu Katiup Angin (hidup serba kekurangan dan kesulitan, jauh dari keberuntungan). Dan ingatkah kita bahwa tanggal itu merupakan hari Kesaktian Pancasila ? Ini merupakan bukti gambaran bahwa Burung Garuda sebagai pusaka negeri ini telah murka karena Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa tidak ditegakkan di negeri Nusantara ini, bahkan telah disia-siakan dan disalahgunakan. Sehingga bangsa ini diibaratkan sudah tidak lagi memiliki pedoman hidup (bhs Jawa : Pepadang) dan artinya ada di dalam kegelapan. Seseorang dalam kegelapan karena tidak memahami hidupnya. Hidup sekedar hidup-hidupan (Jawa : Urip-uripan). Hidupnya hanya terjebak kepada rutinitas hidup yang lebih berorientasi lahiriah. Begitu pula yang terjadi pada bangsa di negeri ini (baca : Sasmita Narendra Nusantara ? Mbah Surip dan WS Rendra). Pada akhirnya yang terasa adalah sangat jauh dari Ridho ALLAAH, karena telah ?ditinggalkan? oleh SANG MAHA HIDUP.

Minang Kabau adalah melambangkan Tanduk Kerbau. Minang berarti taji yang tajam dan runcing. Dan kerbau adalah merupakan kendaraan dari Dewa Rudra, yaitu dewa penghancur. Ini berarti sasmita budak angon tengah menggiring 18 kerbau dari selatan ke utara mulai menjadi kenyataan. Selatan ke utara merupakan lambang yang gaib atau sirr menjadi wujud atau menampak. Angka 18 merupakan lambang 8 penjuru mata angin dan 1 adalah pancernya. Namun yang terdengar hanya suara gentanya saja. Hal ini bermakna seperti angin, dari mana dan kapan datang perginya kita semua tidak tahu. Setidaknya ada suatu gambaran dengan kehancuran yang terjadi di Ranah Minangkabau merupakan perlambang bahwa Kerbau-kerbau telah mengamuk memainkan tanduknya yang mematikan. Waspadalah.. Dan ini bermakna bahwa yang mampu mengendalikan kerbau-kerbau ini adalah ?Budak Angon? (seperti yang tertulis di dalam Uga Wangsit Siliwangi : ?orang sunda dipanggil-panggil.., orang sunda memberi ampunan..?).

Di balik kejadian ini dari semua uraian di atas mengandung suatu makna pesan pada bangsa negeri ini sama hakekatnya dengan kehadiran Nabi Isa di jamannya. ?Barangsiapa percaya kepada ALLAAH, ia tidak akan dihukum. Barangsiapa tidak percaya ALLAAH, ia telah berada di bawah hukuman. Karena ia tidak percaya.. Inilah hukuman itu.. Terang telah datang ke dalam dunia. Tetapi insan lebih menyukai kegelapan dari pada terang. Sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang. Dan tidak datang kepada terang itu. Supaya perbuatan-perbuatan-nya yang jahat itu tidak nampak. Tapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang. Supaya jadi nyata bahwa perbuatannya dilakukan dalam ALLAAH.” Dan Gempa Padang merupakan lambang pesan yang menyiratkan bahwa ?Terang? (Pepadang atau Cahaya ILAAHIAH) itu telah turun di bumi Nusantara ini guna menuntun dan memberi petunjuk bagi hamba yang sadar dan berada di jalan Kebenaran (wong kang eling lan waspada). Namun sebaliknya Cahaya Kasih Terang itu akan menyilaukan bahkan menghancurkan hamba-hamba sombong (Sumbar/sumatera barat) yang berada di dalam Kegelapan.

Akhirnya dengan kejadian musibah Gempa Padang ada baiknya kita renungkan ayat-ayat yang menjelaskan maksud pesan kejadian itu, yaitu QS 16. An Nahl : 90 s/d 100, dan QS 10. Yunus : 93 s/d 103. Semoga ALLAAH SWT melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA kepada para ?Pemimpin? kita semua. Amin.

(Sang Raja Paksi ?Garuda? telah turun ke bumi dari swargaloka menyusul sang majikan Sanghyang Ismoyo yang terlebih dahulu datang di Alas Sunyaruri. Namun kepakan sayapnya yang kuat meleburkan segala sesuatu yang dilalui. Saat ini Sanghyang Narayana telah berdiri tegak di tempatnya berpijak di tiga alam (tri loka) dengan membawa Kitab Suci di tangan kanan dan senjata Trisula Gana Suci di tangan kiri. Itulah tanda segala Pancer dari seluruh unsur telah menyatu dalam satu Kedhaton : Sri Bima Punta Narayana Mandura Suradipati.)

~ by satrialang on December 18, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: